Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 20 November 2009

Penyebab Kegagalan Orang Pintar


Seperti halnya kesuksesan, setiap orang pun bisa mengalami kegagalan!
Tak terkecuali orang-orang jenius yang kecerdasannya mendekati sempurna.
Karena, memang tak ada jaminan bahwa orang pintar akan selalu sukses.
Makanya, jangan heran, jika Anda menemui rekan sekolah Anda yang dulu
dikenal pandai dan cerdas namun akhirnya hanya merutuki nasib karena
masa depannya yang suram! Apa penyebabnya? Di luar nasib dan faktor
‘lucky’, banyak hal yang bisa memicu kegagalan orang-orang pintar. Namun
berdasarkan wawancara dan survei yang dilakukan pada 200 orang pintar di
Amerika, ada enam hal penting penyebab kegagalan bagi mereka. Coba simak:

* Kurang ketrampilan sosial
Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis Anda, Anda tetap perlu
memiliki intelegensi sosial, seperti kemampuan mendengarkan, peka terhadap
perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik. Orang yang
memiliki intelegensi sosial tinggi mampu mengakui kesalahan mereka dan
tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial bisa diperoleh
dengan banyak berlatih.

* Tidak cocok
Sebuah kesuksesan memerlukan kecocokan antara kemampuan, bakat,
kepentingan, keinginan, kepribadian, dan nilai-nilai dalam pekerjaan Anda.
Bila Anda merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku
pekerjaan dan menyesuaikan atau mengubah pekerjaan Anda selama ini. Bagi
beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang
berani diambil.

* Tidak ada komitmen
Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah akan memperbesar kemungkinan
gagal. Suatu tujuan perlu dibarengi tekad, semangat, dan komitmen yang
kuat untuk mencapainya. Kurangnya penghargaan pada diri sendiri
merupakan penyebab dasar kegagalan. Untuk bisa ambil bagian dalam sukses, Anda
harus yakin bahwa Anda bisa melakukannya.

* Kurang fokus
Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya
tidak melakukan satu pun dengan baik. Fokuskan kembali diri Anda pada apa
yang paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan Anda, tetapkan
prioritas, dan susun organisasi usaha Anda.

* Kurang menyadari rintangan
Kadang, banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Umur,
diskriminasi jenis kelamin dan ras merupakan jenis rintangan yang sering
tidak disadari. So, Anda harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang
benar mengenai situasi, untuk merebut kembali kontrol atas kehidupan dan
masa depan Anda.

* Kemalangan
Siapapun tidak bisa menolak adanya takdir, entah itu takdir baik atau
buruk. Dan siapa pula yang bisa menolak ketika kemalangan itu harus Anda
alami? Seandainya ini terjadi, yang harus Anda lakukan, jangan
menyalahkan diri sendiri! Ingat, meski tak bisa menolak kemalangan itu, namun
selalu ada jalan untuk memperbaikinya.

Pada akhirnya, kegagalan bukanlah ‘jalan buntu’ untuk mencapai sukses.
Kesempatan datang silih berganti. Jika hari ini Anda gagal, mungkin
besok Anda akan sukses. Jika Anda mampu berpikir jernih mengenai kegagalan
dan menyadari bahwa dalam hidup ini selalu ada pilihan, Anda akan bisa
menyikapi sebuah kegagalan sebagai pelajaran yang berharga. Ingat, tak
ada orang yang lebih bodoh selain tidak bisa memetik pelajaran dari
sebuah kegagalan.




Posted by safruddin in Artikel Motivasi
Sumber : M-Web

Rabu, 04 November 2009

Negeri Para Bedebah



Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan


Disadur dari puisi Adhie Massardi (mantan jurubicara Presiden Abdurrachman Wahid)

Sabtu, 03 Oktober 2009

Belajar Cinta Dari Cicak

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba
merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang
kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika
tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak
terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya
melekat pada sebuah surat.

Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia
mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada
disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali
dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan
dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan
gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu
adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat
bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari
tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Bagaimana
dia makan?

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan
memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan dan apa yang
dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu
dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan
makanan di mulutnya…. AHHHH!

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada
seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang
terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat
terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor
cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja
sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah
menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan
pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan
yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu
menganggumkan.


JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA
KASIHI!





Posted by safruddin in Artikel Motivasi.

Rabu, 09 September 2009

MEMBANGUN KEHIDUPAN

Adalah seorang tukang kayu yang sudah mencapai usia senja dan mengutarakan rencananya untuk pensiun kepada majikannya. Dia bermaksud untuk pergi dan menjalani kehidupan yang lebih santai bersama isterinya. Dia tidak lagi akan menerima gaji bulanan, tetapi dia merasa perlu beristirahat. Mereka sudah mempersiapkan tunjangan hari tua.

Kontraktor yang menjadi majikan si tukang kayu merasa sayang harus kehilangan seorang pekerja sebaik itu. Sebagai jasa pribadi, dia meminta agar tukang kayu itu membangun rumah satu lagi.
Tukang kayu itu setuju, tetapi dalam kurun waktu yang cukup singkat dengan mudah terlihat bahwa perhatian si tukang kayu tadi tidak sepenuhnya tertuju kepada pekerjaannya. Dia tidak bekerja dengan teliti serta memakai bahan-bahan yang kurang bermutu. Cara yang patut disayangkan untuk mengakhiri sebuah karir dengan dedikasi tinggi.

Ketika bangunan itu sudah selesai, sang majikan datang untuk memeriksa rumah itu. Kemudian dia menyerahkan kunci rumah itu kepada si tukang kayu. “Rumah ini milik anda,” katanya. “Hadiah dari saya untuk anda.”

Alangkah terkejutnya tukang kayu itu! Betapa sayangnya! Seandainya saja dia tahu bahwa dia sedang membangun rumahnya sendiri, tentunya dia akan melaksanakannya dengan cara yang lain sama sekali.
Demikian pula halnya dengan diri kita. Kita membangun hidup kita, hari demi hari, seringkali kita tidak memberikan kemampuan maksimal kita ke dalam bangunan itu. Kemudian sebuah kejutan menyadarkan kita bahwa kita harus hidup di dalam apa yang telah kita bangun.

Seandainya saja kita bisa mengulanginya lagi, kita pasti akan melaksanakannya dengan cara yang sangat berbeda. Tetapi kita tidak bisa mengulanginya lagi.

Anda adalah tukang kayu dalam hidup anda. Setiap hari anda menancapkan sebatang paku, memasang sebilah papan, atau membangun sebidang tembok. Sikap anda dan pilihan yang anda buat pada hari ini membangun “rumah” anda untuk keesokan hari. Bangunlah dengan bijaksana!





Posted by safruddin in Artikel Motivasi.

Senin, 07 September 2009

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup

“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance-nya bagus sekali.

Bangun network
Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.

Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?



Posted by safruddin in Artikel Motivasi.

Kamis, 03 September 2009

Menulis di Atas Pasir

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang
berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka
bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.

Orang yang kena tampar, merasa sakit hati,tapi dengan tanpa berkata-
kata, dia menulis di atas pasir :
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka
memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka
hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil
diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa
takutnya sudah hilang,dia menulis di sebuah batu :
HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, “Kenapa
setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan
sekarang kamu menulis di batu?”

Temannya sambil tersenyum menjawab,
“Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas
pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan
tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus
memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup
angin.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut
pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan
dan lupakan masalah lalu.

Belajarlah menulis diatas pasir.
Menuliskan hal yg tidak baik diatas “pasir” , agar masih ada
kesempatan hembusan angin maaf akan menghapusnya kelak.
belajarlah menulis kebaikan di atas batu
Selalu lah ingat kebaikan yg pernah kita terima dari orang lain
***



Posted by safruddin in Artikel Motivasi.

Rabu, 02 September 2009

JANGAN TERUS MENGALAH PADA MALAYSIA

JANGAN TERUS MENGALAH PADA MALAYSIA

Judul ini sengaja kita angkat untuk mengingatkan Pemerintah Indonesia agar tidak selalu lunak kepada Pemerintah Malaysia. Ketika perilaku Malaysia telah melebihi ambang batas toleransi, kita harus bertindak tegas. Sederet pelanggaran yang diperlihatkan Malaysia seharusnya membuat pemerintah kita serius memikirkan cara yang efektif untuk memberi “pelajaran” kepada mereka. Kita adalah bangsa yang punya harga diri dan tak bisa dipermainkan negara manapun.

Berdasarkan catatan, setidaknya 21 aset budaya Indonesia telah diklaim Malaysia. Beberapa di antaranya, Naskah Kuno dari Riau Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara, lagu Rasa Sayange dari Maluku, lagu Soleram dari Jambi, alat musik Gamelan dari Jawa, Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur, motif Batik Parang dari Yogyakarta, dan Tari Pendet dari Bali. Bahkan, lagu kebangsaan Malaysia pun diduga menjiplak lagu Indonesia berjudul Terang Bulan.

Apakah Pemerintah Indonesia diam saja? Seharusnya tidak. Pemerintah Indonesia melayangkan nota protes ke Pemerintah Malaysia dan menuntut permintaan maaf. Persoalan selanjutnya, cukupkah hal itu diselesaikan dengan permintaan maaf?

Sekedar mengingatkan, Pemerintah Malaysia (secara resmi) berkali-kali melakukan pelanggaran wilayah di perairan Ambalat. Angkatan Laut Diraja Malaysia sepertinya sedang menjajal reaksi Pemerintah Indonesia. Bila Indonesia diam saja, maka mereka akan terus melakukan pelanggaran hingga akhirnya mencaplok wilayah perairan Indonesia.

Kasus Sipadan dan Ligitan yang berakhir dengan kemenangan Malaysia jangan sampai terulang. Malaysia dimenangkan karena secara de facto telah memelihara pulau tersebut, sementara Indonesia hanya diam saja. Sehingga, ketika kasus tersebut diangkat ke pengadilan Internasional, Indonesia dikalahkan.

Itu memberi pelajan kepada kita agar tidak memberi peluang sekecil apapun kepada Malaysia untuk mencaplok wilayah kita. Begitu mereka melanggar batas wilayah NKRI, harus langsung ditindak.
Sedang terkait dengan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), seperti penjiplakan aset budaya Indonesia, seharunya kita juga tak memberi toleransi kepada Malaysia. Kita tak cukup hanya menuntut Malaysia meminta maaf dan mengembalikan aset budaya tersebut kepada Indonesia.

Sejauh ini Pemerintah Indonesia masih terkesan lunak, dengan “hanya” melayangkan nota protes kepada Pemerintah Malaysia. Berkali-kali Pemerintah Indonesia juga menegaskan keinginannya untuk menyelesaikan sengketa melalui jalur diplomatik. Padahal, sebenarnya kita bisa menuntut mereka secara hukum Internasional karena telah melanggar HAKI.

Bila setiap sengketa hanya diselesaikan dengan permintaan maaf, niscaya tidak membuat Malaysia kapok. Mencoba terus melanggar, dan meminta maaf bila ketahuan. Kita memang bangsa pemaaf. Namun, sekali lagi, permintaan maaf bukanlah penyelesaian masalah. Pelanggaran hukum harus diselesaikan secara hukum pula. Kalaupun Malaysia meminta maaf, proses hukum jalan terus.
Kita seharusnya ingat, ketika TKI dianggap melakukan pelanggaran di Malaysia, mereka sungguh-sungguh diperlakukan tak manusiawi. Kini, ketika Malaysia melakukan pelanggaran secara telanjang, akankah kita terus mengalah?



Dikutip dari Tajuk Rencana Kedaulatan Rakyat edisi Selasa 01 September 2009

Lucu ya….


Lucu ya,
uang Rp 20,000an kelihatan begitu besar bila
dibawa ke kotak amal
mesjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke
supermarket…

Lucu ya,
45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir,
tapi betapa pendeknya waktu itu
untuk pertandingan liga Italy…

Lucu ya,
betapa lamanya 2 jam berada di Masjid,
tapi betapa cepatnya 2 jam
berlalu saat menikmati pemutaran
film di bioskop…

Lucu ya,
susah merangkai kata untuk
dipanjatkan saat berdoa atau sholat,
tapi betapa mudahnya cari bahan
obrolan bila ketemu teman…

Lucu ya,
betapa serunya perpanjangan waktu
dipertandingan bola favorit kita,
tapi betapa bosannya bila imam
sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan
bacaannya…

Lucu ya,
susah banget baca Al-Quran 1 juz saja,
tapi novel best-seller 100
halamanpun habis dilalap…

Lucu ya,
orang-orang pada berebut paling
depan untuk nonton bola atau konser
tapi berebut cari shaf paling
belakang bila Jumatan agar bisa
cepat keluar…

Lucu ya,
kita perlu undangan pengajian 3-4
minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di
agenda kita,
tapi untuk acara lain jadwal kita
gampang diubah seketika…

Lucu ya,
susahnya orang mengajak
partisipasi untuk dakwah,
tapi mudahnya orang
berpartisipasi menyebar gossip…

Lucu ya,
kita begitu percaya pada yang
dikatakan koran,
tapi kita sering mempertanyakan
apa yang dikatakan Al Quran…

Lucu ya,
semua orang pinginnya masuk surga
tanpa harus beriman, berpikir,
berbicara ataupun melakukan
apa-apa…

Lucu ya,
kita bisa ngirim ribuan jokes
lewat email,
tapi bila ngirim yang berkaitan
dengan ibadah sering mesti
berpikir dua-kali…

LUCU YA!


Posted by safruddin in Inspirasi

SELAMAT DATANG DI DUNIA SEMUT!


SELAMAT DATANG DI DUNIA SEMUT!


Dalam perjalanannya ke sekolah setiap hari, Umar berjalan melewati halaman rumah di seberang jalan dan menunggu di sana untuk beberapa saat. Temannya yang sangat baik tinggal di dalam taman ini. Tak seorangpun tahu siapakah teman ini, tetapi Umar sangat menyayanginya. Umar tidak pernah lupa untuk mengunjungi temannya, dan sangat senang bersahabat dengannya. Lagi pula, temannya ini lebih pandai dari siapapun juga. Meskipun tubuhnya sangat kecil, teman Umar ini mampu melakukan berbagai pekerjaan penting. Ia juga sangat rajin bekerja. Ia melakukan seluruh pekerjaannya dengan sangat baik dan tepat waktu, seolah-olah ia adalah seorang prajurit dalam angkatan bersenjata. Kendatipun ia tidak bersekolah sebagaimana Umar, ia mampu melakukan berbagai macam kewajiban-kewajiban yang harus ia lakukan dalam hidupnya.

Tentunya engkau bertanya-tanya, siapakah teman mungil ini?

Teman rahasia Umar adalah seekor semut kecil, yang dapat melakukan berbagai pekerjaan yang menakjubkan.

Engkau mungkin belum pernah mendengar betapa terampil dan pandainya semut-semut itu. Beberapa di antara kamu bahkan mungkin menganggap mereka sebagai serangga-serangga sederhana yang berkeliaran sepanjang hari tanpa melakukan pekerjaan apapun. Akan tetapi jika ada di antara kalian yang beranggapan demikian, maka kalian telah keliru. Sebab semut, seperti halnya makhluk hidup yang lain, juga memiliki cara hidupnya sendiri.

Umar berkesempatan untuk mempelajari seluk-beluk kehidupan semut dari temannya, sang semut. Inilah yang menyebabkan mengapa Umar tidak pernah lupa mengunjungi temannya dan sangat senang bercakap-cakap dengannya.

Umar sangat takjub dengan hal-hal yang ia pelajari dari temannya tentang dunia semut. Dia ingin berbagi segalanya yang ia pelajari dengan orang lain tentang ketrampilan, kepandaian dan semua kemampuan luar biasa yang dimiliki teman kecilnya itu.

Lalu, apakah yang membuat Umar begitu gembira? Mengapa ia begitu terpesona dengan dunia semut? Engkau pasti bertanya-tanya mengapa. Kalau begitu, teruslah membaca...............

Semut memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dari kebanyakan makhluk hidup lain di dunia ini. Untuk setiap 700 juta semut yang lahir di dunia ini, hanya ada 40 bayi manusia baru. Dengan kata lain, jumlah semut di dunia lebih banyak dibandingkan jumlah manusia.

Keluarga semut juga sangat besar. Sebagai contoh, engkau mungkin mempunyai keluarga beranggotakan 4-5 orang. Sebaliknya, dalam satu keluarga semut, kadang terdapat jutaan semut. Sekarang coba pikirkan barang sejenak: jika engkau memiliki kakak dan adik laki-laki ataupun perempuan dengan jumlah jutaan, dapatkah kalian hidup dalam satu rumah? Tentu saja tidak!

Keistimewaan semut tidak hanya sebatas ini. Meskipun mereka yang berjumlah jutaan ini hidup bersama-sama, mereka tidak mempunyai masalah antara satu dengan yang lainnya, tidak ada kekacauan dan tidak terjadi keonaran. Mereka hidup dalam masyarakat yang sangat teratur rapi, dan setiap orang mematuhi peraturan-peraturan yang ada.

Beberapa keluarga semut melakukan pekerjaan layaknya tukang jahit, sebagian yang lain bercocok tanam seperti petani, dan bahkan sebagian lagi ada yang memiliki peternakan-peternakan kecil dimana mereka memelihara beberapa binatang yang lebih kecil. Sebagaimana manusia yang mengembangbiakkan sapi dan mengambil susunya, semut juga beternak kutu tanaman kecil (afid) dan memanfaatkan susunya.

Sekarang marilah kita dengarkan kisah Umar tentang dunia semut.

Umar: Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku melihat kepalanya yang mungil muncul dari dalam tanah. Kepalanya menarik perhatianku, sebab ukurannya sedikit lebih besar daripada tubuhnya. Aku heran mengapa kepalanya sebesar itu dan mulai mengamati temanku yang mungil ini. Kepala besar pada tubuhnya yang mungil membantu dalam tugasnya sebagai penjaga di pintu masuk sarangnya. Apakah kalian ingin tahu ‘bagaimana’ caranya? Ia melakukannya dengan memeriksa apakah semut-semut yang memasuki sarangnya termasuk anggota keluarganya atau bukan, dan tidak mengizinkannya masuk jika bukan termasuk keluarganya.

Segera setelah melihatnya, aku menemuinya dan bertanya apa yang sedang terjadi di dalam sarang. Temanku yang mungil mengerti rasa ingin tahuku, dan mulai bercerita kepadaku. Yang paling membuatku penasaran adalah bagaimana semut-semut berkepala besar mengenali teman-teman serumah mereka dan membiarkannya masuk ke sarang.

Semut :Umar, pertama-tama aku hendak mengatakan kepadamu bahwa kami menyebut keluarga kami sebagai ‘koloni’. Dengan kata lain, kami hidup dalam masyarakat yang disebut koloni. Seekor semut dapat dengan mudah mengatakan apakah seekor semut lain termasuk anggota koloninya atau bukan. Ia melakukannya dengan cara menyentuh tubuh semut lain tersebut dengan antenanya (batang kecil tipis yang menjulur keluar dari bagian atas kepala semut), yang membantunya mengenali semut-semut asing melalui ‘bau koloni’ yang mereka miliki.. Jika semut tersebut ternyata asing, maka kami tidak akan mengizinkannya memasuki rumah kami. Bahkan terkadang kami harus menggunakan kekuatan untuk memaksa mereka pergi.

Umar kagum setelah mendengarkan tentang sistim keamanan mereka yang sempurna dan bertanya-tanya bagaimana mungkin binatang-binatang asing yang mencoba memasuki sarang tersebut akan berani melakukannya. Ketika Umar menyampaikan apa yang diikirkannya ini kepada temannya, ia tersenyum kepada Umar dan mengatakan bahwa masih banyak hal lain yang akan membuat Umar takjub.

Kemudian semut berkata: “Sekarang akan kujelaskan kepadamu tentang bagian dalam sarang kami yang kau sangat ingin ketahui. Koloni kami terdiri atas ratu semut, semut pejantan, semut prajurit, dan semut pekerja.”

Ratu semut dan semut pejantan menjaga kelestarian jenis kami. Ratu semut berukuran lebih besar dari yang lain. Tugas para semut pejantan adalah menjadikan sang ratu melahirkan bayi-bayi semut baru. Para prajurit bertanggung jawab melindungi koloni kami, berburu, dan menemukan tempat-tempat baru untuk membangun sarang. Kelompok terakhir terdiri dari semut-semut pekerja. Seluruh semut pekerja adalah semut betina yang mandul. Dengan kata lain, mereka tidak dapat melahirkan bayi-bayi semut. Mereka menjaga ratu semut serta bayi-bayinya, dan membersihkan serta memberi makan mereka. Selain itu, mereka juga melakukan pekerjaan-pekerjaan lain di dalam koloni. Mereka membangun gang-gang baru di dalam sarang, mencari makanan, dan membersihkan sarang. Di antara para semut pekerja dan prajurit juga terjadi pembagian lagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Di antara mereka terdapat kelompok peternak, kelompok pembangun sarang dan kelompok pencari makanan. Sertiap kelompok mempunyai pekerjaan yang berbeda. Ketika satu kelompok bertempur melawan musuh atau berburu, satu kelompok yang lain membangun sarang, dan yang lain lagi bertanggung jawab dalam kebersihan dan perbaikan sarang.”

Saat teman Umar yang mungil menjelaskan semua hal ini, ia mendengarkannya dengan terheran-heran dan kemudian bertanya kepadanya: ”Apakah engkau tidak pernah merasa bosan dengan menunggu di pintu masuk sarang sepanjang waktu? Apa tugasmu di dalam sarang?”

Umar tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya atas jawaban tersebut. Para semut bekerja sepanjang waktu untuk menolong sesamanya, tanpa memikirkan dirinya sendiri dan tanpa merasa ada masalah – sesuatu yang bahkan manusia sendiri seringkali tidak sanggup melakukannya.

Semut menjawab: “Saya juga seorang pekerja, dan tugas saya di sini sebagai penjaga pintu masuk. Seperti yang kau lihat, kepalaku cukup besar untuk menutup lubang pintu masuk sarang. Saya sangat bersyukur karena memiliki kemampuan ini, dan saya melaksanakan kewajiban saya dengan senang hati. Saya tak pernah merasa bosan; bahkan sebaliknya, saya merasa sangat bahagia karena dapat melindungi teman-teman saya dari ancaman bahaya.”

Dari apa yang telah disampaikan temannya yang mungil, Umar dapat dengan mudah memahami bahwa pekerjaan dalam sarang secara sempurna terbagi di antara para semut. Telah jelas bahwa kehidupan semut sangatlah teratur rapi dan seluruh semut tidak mementingkan dirinya sendiri. Kemudian Umar bertanya apakah mereka saling berkelahi di antara mereka karena sebagian merasa lebih baik atau lebih kuat dari yang lain. Teman Umar menjawab bahwa hal seperti itu tidak pernah terjadi dan menambahkan:

“Kami adalah keluarga besar, Umar. Tidak ada rasa cemburu, persaingan atau ambisi di antara kami. Kami selalu saling tolong-menolong dan melakukan yang terbaik untuk koloni kami. Segala sesuatu kami kerjakan dalam koloni dengan pengorbanan diri kami. Setiap semut senantiasa memikirkan kebaikan teman-temannya terlebih dahulu, baru kemudian dirinya sendiri. Contohnya begini: Ketika persediaan makanan dalam koloni berkurang, para semut pekerja segera merubah dirinya menjadi semut ‘pemberi makan’, dan mulai memberi makan semut-semut lainnya dengan makanan yang ada dalam perut mereka yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan. Ketika tersedia makanan yang cukup dalam koloni, mereka akan berubah kembali menjadi semut pekerja.

Saya seringkali mendengar orang-orang mengatakan bahwa terjadi persaingan di antara makhluk hidup di alam. Jangan pernah percaya pada apa yang mereka katakan. Kami tahu benar bahwa kami harus saling bekerja sama dan tolong-menolong agar dapat hidup dengan baik.”

Waktu masuk sekolah sudah dekat dan Umar sudah harus berada di sekolah. Umar berkata kepada temannya bahwa ia harus pergi, namun ia akan menjumpainya lagi besok.

Umar mengatakan bahwa apa yang semut katakan tentang dirinya sendiri dan koloninya adalah contoh yang sangat bagus dalam hal ini. Umar merasa sangat bahagia setelah tahu bahwa Allah menciptakan semut yang sangat tidak mementingkan diri sendiri, penolong dan penuh perhatian terhadap teman-temannya. Setelah mengatakan hal ini pada semut, Umar berniat untuk setidaknya menjadi orang yang senantiasa memikirkan kebaikan orang lain sebagaimana para semut, dan menjadi orang baik yang dicintai Allah.

Keesokan harinya, Umar datang lagi ke tempat yang sama dan menunggu teman mungilnya. Setelah beberapa menit, si semut pun muncul. Umar berkata kepadanya bahwa ia sudah tidak sabar menunggu sepanjang malam untuk bertemu dengannya lagi. Lalu Umar mengingatkan tentang janji temannya untuk bercerita tentang bagian dalam sarang semut. Maka mulailah sang semut bercerita tentang rumahnya:

Meskipun kami adalah binatang yang mungil, sarang kami berukuran sangat besar, seperti halnya markas sebuah angkatan bersenjata yang besar. Jika engkau adalah seekor semut asing, kau tidak akan pernah dapat memasukinya. Sebab, sebagaimana telah kau ketahui, terdapat para penjaga seperti saya di pintu masuk.

Di bagian dalam sarang, terdapat pekerjaan yang berlangsung dengan sangat teratur rapi dan tanpa henti. Ribuan, bahkan jutaan semut prajurit dan semut pekerja melaksanakan pekerjaan mereka dengan cara yang sangat tertata rapi. Bangunan sarang kami sangat sesuai untuk pekerjaan dalam ruangan. Terdapat ruangan-ruangan khusus untuk setiap pekerjaan, dan ruangan-ruangan ini didisain sedemikian rupa agar para semut prajurit dan pekerja seperti saya dapat bekerja dengan sangat mudah dan nyaman.

Selain itu, kami mempertimbangkan seluruh kebutuhan kami saat membangun sarang. Misalnya, sarang kami mempunyai lantai-lantai di bawah tanah yang hanya membolehkan masuknya sinar matahari dengan jumlah terbatas. Akan tetapi ada juga beberapa ruangan yang membutuhkan energi matahari. Kami membangun ruangan-ruangan seperti ini pada lantai paling atas, yang menerima sinar matahari pada sudut yang paling lebar. Dan juga, ada ruangan-ruangan yang harus senantiasa berhubungan satu sama lain. Kami membangun ruangan-ruangan ini berdekatan satu sama lain, sehingga semut-semut tersebut dapat dengan mudah bertemu satu dengan yang lain. Ruang penyimpanan makanan kami, tempat dimana kelebihan material disimpan, dibangun sebagai ruangan terpisah pada salah satu sisi sarang. Lumbung-lumbung tempat kami menyimpan makanan adalah tempat-tempat yang mudah dijangkau. Selain itu, ada pula ruangan besar yang terletak tepat di pusat sarang di mana kami berkumpul bersama pada waktu-waktu tertentu.”

Ketika Umar mendengar semua itu, ia bertanya kepada teman mungilnya: “Apakah kamu benar-benar melakukan seluruh pekerjaan ini? Aku tidak tahu bahwa semut dapat melakukan pekerjaan seperti para insinyur dan arsitek yang terampil. Jika manusia hendak membangun bangunan sempurna semacam itu, mereka harus menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah dan harus bekerja sangat keras. Apakah kalian juga mendapatkan pelatihan semacam itu? Ketika menjawab pertanyaan ini, si semut justru menceritakan kepadanya hal-hal yang lebih sulit diterima akal tentang teman-temannya:

“Tidak, Umar. Semua kami memiliki berbagai kemampuan ini dalam diri kami. Hal ini tidak pernah diajarkan kepada kami, tetapi kami tahu pasti apa yang harus kami lakukan, dan kapan. Ini belum seberapa. Apa yang akan aku ceritakan kepadamu selanjutnya sungguh akan membuatmu lebih terkejut lagi.
Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, sarang kami sangatlah besar dibandingkan dengan ukuran tubuh kami. Meskipun demikian, sarang ini memiliki kehangatan yang merata. Di dalam sarang kami terdapat sistem pemanasan pusat yang sangat canggih. Dengan cara ini, suhu menjadi tidak berubah sepanjang hari. Agar hal ini terjadi, kami menutupi permukaan bagian luar sarang kami dengan bahan yang dapat mencegah panas agar tidak masuk ke dalam. Dengan demikian, kami mencegah masuknya udara dingin ke dalam sarang selama musim dingin, dan menjaga udara panas agar tetap di luar dan tidak masuk ke dalam sarang selama musim panas. Begitulah cara bagaimana kami selalu menjaga agar suhu di dalam tetap tidak berubah.”

Sungguh, jika Umar tidak pernah berjumpa dengan teman kecilnya, ia akan sulit mempercayai bahwa semut dapat melakukan semua pekerjaan ini. Umar berkata kepada si semut: “Sebelum engkau bercerita kepadaku tentang semua ini, jika seseorang datang dan berkata padaku tentang seluk-beluk sarang kalian dan bertanya siapakah yang dapat membangun sarang seperti itu, aku akan menjawab dengan jawaban yang sangat berbeda. Aku akan mengatakan bahwa sarang seperti itu hanya dapat dibangun dengan menggunakan peralatan yang sangat baik dan kerja keras dari orang-orang yang sangat terampil. Jika seseorang mengatakan kepadaku bahwa bangunan ini tidak dibangun oleh orang-orang yang berpendidikan akan tetapi oleh semut, maka kukatakan sesungguhnya bahwa aku tidak akan pernah mempercayainya.”

Saat temannya yang mungil, si semut, berbicara dengan Umar, beragam pikiran melintas dalam benaknya. Umar berpikir bahwa semut lebih terampil daripada manusia, dan ia kini melihat hewan-hewan tersebut dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya. Umar mengerti bahwa semut diciptakan oleh Allah, dan ilham atau wahyu Allah yang diberikan kepada mereka setiap saat inilah yang menjadikan mereka berperilaku demikian. Kalau tidak, mereka tidak akan pernah mampu melakukan semua ini dengan sangat baik.

Di saat semua pikiran ini terbayang dalam benak Umar, teman kecilnya terus berbicara. Di saat ia melanjutkan ceritanya, Umar pun semakin tertarik saja, dan ingin menanyakan segala sesuatu yang muncul dalam pikirannya. Ia langsung saja melontarkan pertanyaan pertama yang muncul di benaknya. Ia telah diberitahu sebelumnya bahwa semut melakukan pekerjaan sebagaimana petani, lalu ia pun meminta penjelasan kepada semut bagaimana mereka melakukannya. Bagaimana seekor semut yang sedemikian kecil bercocok tanam pada lahan tanpa menggunakan satu peralatan pun, padahal seorang manusia pun akan sulit melakukannya?

Semut berkata: “Kuceritakan kepadamu satu hal lagi tentang kami. Setelah itu, akan lebih mudah untuk menjawab pertanyaanmu. Walaupun kami tampak sangat mirip, kami terbagi menjadi banyak kelompok yang berbeda berdasarkan cara hidup dan penampakan fisik kami. Ada sekitar 8.800 jenis semut yang berbeda. Semua jenis tersebut mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Semut petani adalah salah satu di antara jenis yang beragam ini. Kini, akan kuceritakan kepadamu tentang para semut yang hidup dengan bertani. Mereka disebut “Atta”, yaitu semut yang memotong daun.

Ciri yang menonjol pada “Atta” adalah kebiasaan mereka membawa potongan dedaunan yang mereka potong di atas kepala mereka. Untuk memudahkan pekerjaan ini, pertama-tama mereka membuat dan meratakan jalan setapak agar mereka dapat dengan mudah melaluinya. Jalan yang mereka lalui menuju sarang, sambil membawa potongan daun, terlihat seperti jalan raya kecil. Semut berjalan perlahan sepanjang jalur ini, mengumpulkan semua ranting-ranting, kerikil-kerikil kecil, rumput dan tumbuhan liar pada permukaan tanah, dan memindahkan mereka. Dengan cara ini, mereka membersihkan jalan setapak yang akan mereka gunakan sendiri.

Setelah kerja keras yang panjang, jalan raya tersebut menjadi lurus dan rata seakan-akan telah diratakan dengan suatu peralatan khusus. Atta berjalan menuju sarang mereka dengan melewati jalur ini, sambil bersembunyi di bawah potongan daun besar yang mereka bawa dengan rahang mereka yang mengapit kuat.

Umar: Kau mengatakan mereka bersembunyi di bawah dedaunan? Mengapa Atta merasa perlu bersembunyi di bawah dedaunan?

Semut: Atta terkadang harus berhati-hati, Umar. Misalnya, semut Atta pekerja yang berukuran sedang menghabiskan waktunya hampir sepanjang hari jauh di luar sarangnya dan membawa dedaunan. Sulit bagi mereka untuk melindungi diri mereka sendiri saat mereka melakukan hal itu, sebab mereka membawa dedaunan menggunakan rahang mereka yang biasanya digunakan untuk mempertahankan diri.

Umar: Jadi, kalau mereka tidak dapat melindungi diri sendiri, siapakah yang melindungi mereka?

Semut: Semut-semut pekerja pemotong daun selalu ditemani oleh para pekerja lain yang lebih kecil ukuran tubuhnya. Pekerja-pekerja ini menaiki bagian atas dedaunan yang dibawa oleh Atta dan mengawasi musuh. Di saat ada serangan musuh, mereka, walaupun ukurannya kecil, berusaha melindungi teman mereka.

Umar: Sebuah contoh lain yang mengagumkan tentang pengorbanan diri. Tapi aku ingin tahu satu hal lagi. Sebenarnya untuk apakah Atta menggunakan dedaunan ini? Mengapa Atta terus-menerus mengangkut dedaunan tersebut sepanjang hari?

Semut: Mereka membutuhkannya untuk kegiatan bertani mereka. Atta menggunakan dedaunan ini untuk menumbuhkan jamur. Semut tidak dapat memakan dedaunan tersebut. Jadi, para semut pekerja membuat gundukan dengan potongan-potongan daun ini setelah mengunyahnya, dan kemudian menempatkannya dalam bilik-bilik bawah tanah dalam sarang. Di dalam bilik ini, mereka menumbuhkan jamur pada dedaunan dan mendapatkan makanan mereka dari tunas-tunas jamur yang sedang tumbuh
Sekarang engkau pasti bertanya-tanya bagaimana semut-semut mungil ini dapat melakukan semua pekerjaan yang menakjubkan ini secara mandiri?

Umar: Ya. Aku benar-benar sedang berusaha memahami bagaimana semut mampu melakukan itu semua. Misalnya, jika engkau memintaku untuk menumbuhkan jamur, maka ini bukanlah perkara yang sangat mudah untuk mengerjakannya. Setidaknya, aku akan harus membaca beberapa buku atau bisa juga dengan bertanya kepada orang yang benar-benar tahu bagaimana cara melakukannya. Tapi aku tahu bahwa Atta tidak pernah mendapatkan pelatihan seperti ini.

Sekarang aku dapat lebih memahami mengapa engkau dan teman-temanmu sedemikian pandai. Engkau telah diciptakan sekaligus dengan kemampuan dan ketrampilan untuk melakukan pekerjaanmu. Misalnya, Atta hadir di dunia ini dengan pengetahuan tentang pertanian yang sudah ada dalam dirinya. Sudah pasti, Allah, Pencipta semua makhluk hidup, telah memberi Atta ketrampilan ini. Itulah Allah yang menciptakanmu dan semua teman-temanmu beserta semua ciri-ciri yang mengagumkan ini.

Semut : Kamu benar, Umar. Kami memiliki semua pengetahuan dan kemampuan ini dalam diri kami sejak lahir. Pencipta kami, Allah, telah memberikan semua ini kepada kami sebagai rahmat.

Umar terlambat lagi. Ia berterima kasih pada si semut dan beranjak pergi ke sekolah. Di saat ia berjalan kaki, hal-hal yang telah disampaikan temannya si semut kepadanya masih terngiang-ngiang di telinganya. Untuk beberapa saat, ia masih saja berpikir

Perilaku cerdas semut-semut tersebut menunjukkan adanya hikmah atau pengetahuan yang luar biasa. Akan tetapi hikmah ini tidak mungkin berasal dari semut-semut itu sendiri. Sebab, mereka hanyalah sekedar mahluk-mahluk kecil. Jadi kalau demikian, semua keahlian semut pasti memperlihatkan kepada manusia tentang hikmah Allah. Untuk membentangkan kebesaran-Nya dan seni penciptaan-Nya, Allah, Pencipta semut, menjadikan makhluk-makhluk kecil ini mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak akan pernah mampu mereka lakukan berdasarkan pengetahuan dan kehendak mereka sendiri.

Teman Umar, semut, memperoleh sifat bawaan dalam dirinya berupa hikmah, pengetahuan, ketrampilan dan sifat pengorbanan diri yang berasal dari atau wahyu ilham Allah. Segala yang ia lakukan bukanlah merupakan bukti akan kekuasaan dan pengetahuannya, melainkan kekuasaan dan kebijaksanaan Allah.
Setelah memikirkan ini semua, Umar akhirnya paham bahwa sebelumnya ia membayangkan hal-hal tertentu melalui sudut pandang yang berbeda. Akan tetapi pandangannya tersebut kini telah berubah setelah melihat kenyataan yang sesungguhnya. Ia sekali lagi sadar bahwa penjelasan-penjelasan yang disampaikan mengenai makhluk hidup, bagaimana mereka muncul menjadi ada secara kebetulan, bagaimana mereka memperoleh ketrampilan mereka dengan sendirinya secara kebetulan selama jangka waktu tertentu, adalah kebohongan belaka. Bagaimana semua hal ini dapat dikatakan benar?
Bayangkan, bagaimana mungkin semut-semut dapat saling “berbicara” sesamanya dengan sempurna jika mereka muncul menjadi ada hanya karena kebetulan? Bagaimana mungkin mereka dapat berkomunikasi dengan sesamanya tanpa ada kerancuan, dan membangun sarang yang sempurna? Disamping itu, taruhlah semua semut ini terlahir secara kebetulan dan mereka hidup hanya untuk mempertahankan diri mereka sendiri, lalu mengapa mereka mau melakukan pengorbankan diri yang besar untuk sesamanya?
Umar memikirkan beragam hal ini sepanjang hari di sekolah. Saat Umar sampai di rumah pada sore harinya, ia mengambil dan membaca Alqur'an, kitab yang Allah turunkan kepada semua manusia. Ayat pertama yang dibacanya berbunyi sebagai berikut :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Aali ‘Imraan, 3:190-191)
Umar benar-benar yakin bahwa Allah-lah satu-satunya yang telah menciptakan semut, dirinya sendiri, ibu dan ayahnya, saudaranya dan segala sesuatu di alam semesta. Teman mungilnya telah mengingatkannya akan kenyataan paling penting di dunia ini: tidak ada pencipta kecuali Allah SWT semata.
Saya percaya bahwa ketika kalian membaca baris-baris tulisan ini, kalian semua akan memahami kebenaran ini seperti halnya Umar, dan mengetahui bahwa Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu. Kemudian kalian akan mengatakan: “Darwin, yang mengatakan bahwa mahluk hidup tidak diciptakan, akan tetapi muncul menjadi ada karena kebetulan” adalah sebuah kebohongan besar. Di saat kita dikelilingi oleh beragam makhluk dengan berbagai kemampuan menakjubkan yang dimilikinya, maka adalah mustahil untuk beranggapan bahwa mereka muncul menjadi ada di dunia ini dengan sendirinya secara kebetulan.
Jadi, jika suatu saat tanpa disangka-sangka engkau juga berjumpa dengan teman baik, sebagaimana Umar, jangan lupa bahwa engkau pun dapat belajar banyak darinya. Telitilah dan pikirkanlah kesempurnaan ciptaan Allah, yang menciptakan temanmu itu. Dan jika engkau pernah bertemu dengan pembohong-pembohong seperti Darwin, ceritakan pada mereka tentang ciri-ciri yang menakjubkan tentang temanmu itu dan dan katakan bahwa engkau takkan pernah mempercayai berbagai kebohongan mereka yang tidak masuk akal.
Semut penganyam adalah penjahit yang terampil. Mereka menggabungkan dedaunan dengan menarik mereka dari kedua sisi dan menjahit dedaunan tersebut. Dengan cara ini, mereka membuat rumah yang nyaman bagi mereka sendiri.
Semut penjaga pintu menjaga sarang. Mereka menjalankan tugas ini dengan sangat baik. Semut – semut lain juga bekerja dengan sangat rajin. Mereka semuanya melakukan pekerjaan sarangnya.
13. Semut “berbicara” satu sama lain dengan cara saling menyentuh
13.Semut tidak menghendaki makhluk atau semut asing masuk ke dalam sarangnya, sebab ini akan mengancam keamanan mereka. Mereka tak segan bertempur untuk melindungi sarang dan teman-teman mereka.
15.Semut–semut mempunyai tugas yang berbeda–beda. Mereka semua melaksanakan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya tanpa kenal letih.
17.Semut, pekerja keras tulen yang sedang melaksanakan tugas mereka.
21.Pada bagian ini, kita melihat kota bawah tanah yang dibangun oleh semut. Hebatnya, kendatipun ukurannya yang kecil, mereka mampu membangun kota sebesar ini.
22/1. Sistem pertahanan udara 2. Rumah kaca 3. pintu masuk utama dan pintu masuk samping. 4. Bilik-bilik yang telah selesai dibuat 5. kuburan 6. Bilik penjaga 7. pelindung bagian luar 8. Bilik perawatan bayi 9. Tempat penyimpanan daging 10. Tempat penyimpanan biji-bijian 11. Perawatan larva 12. Ruang musim dingin 13. Ruang pemanasan pusat 14. Ruang pengeraman 15. Ruang ratu semut.
Tidak ada keraguan bahwa semut tidak dapat merencanakan dan merancang bangunan beserta seluk-beluknya dengan kemampuan mereka sendiri. Mereka mendapatkan wahyu dari Allah sehingga mampu melakukan semua pekerjaan ini.
23.Rumah yang dibangun oleh semut untuk mereka sendiri terlihat hampir menyerupai sebuah istana bagi mereka
27. Atta memotong dedaunan dengan terampil dan sangat berhati-hati
29/1- Semut memotong-motong dedaunan yang mereka bawa ke sarang menjadi potongan kecil-kecil.
2-Semut mengunyah potongan-potongan tersebut menjadi bubur.
3-Mereka meletakkan bubur ini di atas alas dedaunan kering di dalam bilik baru
4-Mereka menempatkan potongan-potongan kecil jamur yang mereka ambil dari bilik lain di atas bubur ini.
5-Sekelompok semut membersihkan kebun dan membuang benda-benda yang tak berguna
33.Atta sedang membawa dedaunan yang telah mereka potong

Dikutip dari tulisan Harun Yahya dalam situsnya www.harunyahya.org

Selasa, 11 Agustus 2009

Jeritanku,,,

Yaa, Allah
Dimana aku harus mengadukan ini semua
Ketika hatiku menjadi beku akan hidayah-Mu
Mungkinkah sinar kekuaasan-Mu, telah pudar
Aku hanya ingin mencintainya, Aku hanya ingin berbagi duka dengannya
Yaa, Allah
Kenapa Engkau biarkan aku terjebak dalam dosa
Aku ingin lari darinya, dari segalanya
Aku tidak ingin terbuai kenikmatan semu
Tetapi aku tidak kuasa menahan nafsuku, aku sadar ini salah, keluar dari agama
Kenapa Engkau biarkan aku menikmati cinta ini
Kenapa Engkau biarkan aku megikuti keinginan nafsuku
Yaa, Allah
Engkau yang memberikn cinta ini dalam hatiku
Aku hanya mengikuti isyarat-Mu, yang kau bisikkan melalui hatiku
Salah, dosa, itu kusadari, aku fahami, bahkan sangat aku sesalkan
Namun akankah Engkau menghukumku?
Tidak cinta yang kumiliki adalah cinta yang sejati, saling memahami dan memiliki, Bukankan ini semua Engkau yang berikan?
Ketika aku berbuat dosa apakah ini salahku?
Ketika aku menikmati buah cinta yang Enkau tumbuhkan apakah itu khilafku?
Mengapa Engkau biarkan semua itu terjadi?
Mengapa Engkau membiarkan saja ketika kami asyik bercumbu mesra?
Ataukah Engkau telah tertidur dalam kenyamanan?
Yaa, Allah
Harus dengan apa kutebus semua kesalan ini?
Haruskah aku meninggalkannya ?
Ataukah aku harus menambah cintaku pada-Mu, dan tetap mencintainya?
Bagaimana aku akan tau jawaban-Mu?
Sedangkan aku dalam kebingungan, dengan hakikat cinta yang sesungguhnya.
Yaa, Allah
Akankah Engkau terima segala ibadahku?
Ataukah akan Engkau campakkan aku,dalam Azab-Mu?
Berikan isyarat-Mu, padaku?
Jangan biarkan aku bercumbu rayu dengan kekasihku, tanpa ridho-Mu
Ingatkan bahwa ibadahku bukan untuk berbuat dosa pada-Mu
Sadarkan aku bahwa ibadahku bukan untuk memenuhi segala nafsuku
Yaa, Allah
Sinari diri ini dengan sinar hidayah-Mu
Berikan tempat yang layak untuk ayah-ibuku, saudara-saudaraku, dan orang-orang yang mencintai-Mu, diatas cinta dunia beserta isinya, Sampaikan salamku pada Baginda Junjungan-ku, Muhammad khatamul ambiya’
Tempatkan aku dengan para penghuni surga-Mu
Kuatkan aku untuk mencintai-Mu diatas segalanya.
Jangan biarkan aku bercumbu mesra diatas altar murka-Mu.

By: Muhammad Rajab Hasibuan

Minggu, 09 Agustus 2009

Humor Anggota DPR….

Humor Anggota DPR….

Posted by safruddin in Lain-lain. add a comment

Anggota DPR : “Mba, laptopnya salah.”
Customer Service : “Salah gimana pak?”
Anggota DPR : “Laptopnya nggak mau hidup.”
Customer Service : “Sudah tekan tombol power pak?”
Anggota DPR : “Tombol powernya sebelah mana mba?”
Anggota DPR : “Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?”
Customer service : “Nggak bisanya kenapa?”
Anggota DPR : “Saya ketik www.playboy.com , gambarnya nggak keluar.”
Customer service : “Pesan errornya apa pak?”
Anggota DPR: “Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com di
addressnya, nggak muncul gambar sama sekali.”
Customer service : “Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?”
Anggota DPR : “Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet explorer).”
Customer service : “Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa,
lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yang salah.”
Anggota DPR : “ISP itu apa sih mba?”
Customer service : “Wah ini sih 50 x 2 pak..”
Anggota DPR : “Apa tuh mba?”
Customer service: “CAPE’ DEH!!”
******
Anggota DPR : “Mba’ saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?”
Customer service : “Nggak bisa kenapa pak?”
Anggota DPR: “Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8 karakter”
Customer service : “Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf.”
Anggota DPR : “Oooo…oke deh.., saya coba dulu.”
Anggota DPR : “Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka
8 atau ejaan delapan?”
Customer service : “Maksudnya?”
Anggota DPR : “Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi
bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf ‘delapan’.”
Customer service : “Ketik ini aja pak..C Spasi D.”
Anggota DPR : “Apa tuh?”
Customer service: “CAPE’ DEH !!!”
****
Anggota DPR: “Mba’ kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
CS : “Ada dvd playernya kan pak?”
Anggota DPR : “Sebelah mana tuh mba?”
CS : “Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti, piringan discnya keluar.”
Anggota DPR : “Ooooo…. yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin.”
CS : “Kok bisa patah?”
Anggota DPR : “Saya kira tempat buat naruh gelas minuman.”
******
Anggota DPR: “Komputer saya rasanya kena virus”
CS : “Virus apa tuh pak?”
Anggota DPR : “Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada
tulisan kennot fain printer.”
CS : “Itu mungkin salah setting pak.”
Anggota DPR : “Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi
sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap
aja dia terus-terusan “searchng printer not found.” Kayanya webcamnya
rusak, nggak bisa lihat printer.”
CS : “Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape..”
Anggota DPR : “Lho..kok begitu?”
CS : “TAPE DEH !!!!”
********
Anggota DPR : “Mba, kalau mau baca blognya si artist anu di mana ya?”
CS : “Bapak cari aja di google.”
Anggota DPR : “Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis.”
Capeeek deeehhh….. ……… …. !!!!

Sesuatu dikumpulkan untuk di berikan

Seberapa tinggi anda mendaki karier.
Seberapa luas anda meraih cakrawala.
Selalu ada batas yang tak bisa dilewati.
Ini bukan batas yang menghentikan langkah;
tapi batas untuk menyesuaikan makna hidup ini.
Anda pun dapat melangkah lebih ringan.
Bila selama ini anda mengumpulkan sesuatu,
maka batas itu menuntun anda
untuk merelakannya lepas dari genggaman.
Sadarilah kapan saatnya batas itu tiba.
Meski ada jutaan dahan kayu di hutan,
seekor Pipit cukup membutuhkan sebatang ranting
untuk menggayutkan sarangnya.
Keselamatan telur-telur mereka lebih berharga
dibanding seberapa banyak ranting yang bisa dikuasai.
Bagaimana anda melihat kata “cukup”?
Apakah penting bagi anda memiliki kue sebanyak-banyaknya?
Padahal anda takkan bisa menelan lebih besar dari lubang tenggorokan.
Selalu ada batas untuk hal-hal yang anda miliki.
Namun, tiada kata cukup bila anda berkenan memberi.
Karena sesuatu yang kita raih akan berguna setelah kita memberikannya

"KISAH YANG MUNGKIN NYATA"

Sedikit waktu buat renungan….

"KISAH YANG MUNGKIN NYATA" 016

Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat.

Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2 yang menghembus tepat di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depanku..

Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu. Sebelum sempat bertanya.... .siapa dia...tiba2 saya merasa dada saya sesak... sulit untuk bernafas....

namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.

Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku...... terus berjalan.... . kekerongkonganku. ...sakittttttttt ........sakit. ..... rasanya. Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,... . Oh Tuhan ! ada apa dengan diriku.....

Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku...

kkhh........ .khhhh... .. kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit

Seolah tak mampu aku menahan benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku terbelalak.. ...air mataku seolah tak berhenti.

Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu...pergi. ..berlalu begitu saja....hilang dari pandangan.

Namun setelah itu......... aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya.

Aku herann.... istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????.. . Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit...histeris ...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi...

Siapa dia......... ....????? ???

Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.. .. dia.........dia. .......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...???? ????

Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.

Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak... ..tapi mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku...

Dan mereka terus-menerus menangis.... aku sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku telah mati.

Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis.... berteriak. .....

Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.

Tapi waktuku telah habis....... masaku telah terlewati... . aku sudah tutup usia pada saat aku
terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.

Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan belum ibadah.

Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia.

Karena aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.